INSTRUCTION
aaa
Title: Ilyusin Il-10/B-33 Beast
Number: KPH 7206
Scale: 1:72
Type: Static Model Kit
Released: 2024
Barcode : 8592942572063
Model kit yang didapat di tahun 2026 dan mempunyai decal bawaan dari angkatan udara Indonesia (AURI), cukup lama juga untuk memperoleh modil kit ini karena memang pencahariannya dikususkan kepada produk model kit pesawat dengan decal bawaan angkatan udara Indonesia yang hanya diproduksi oleh pabrikan Kovozavody Prostejov (KP) yang model serie nya sangat jarang dan sudah langka di pasaran .
Ilyushin Il-10 "Beast" (atau versi lisensinya, Avia B-33) adalah pesawat serang darat (ground-attack aircraft) legendaris buatan Soviet yang pernah memperkuat Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI / sekarang TNI AU) dalam jumlah sekitar 14 unit pada periode 1957/1958. Indonesia menerima sekitar 14 unit pesawat serang taktis ini (versi lisensi Cekoslowakia yang disebut Avia B-33) dari Polandia pada periode 1957/1958, registrasi lambungnya diperkirakan berada di angka F-371 sampai F-384. Namun, karena performa mesinnya dinilai buruk di iklim tropis (sangat mudah overheat) serta handling pesawat yang sangat berat, seluruh pesawat ini tidak pernah ditugaskan ke skadron operasional aktif dan akhirnya dikembalikan lagi ke Polandia. Karena seluruh unit dipulangkan, saat ini tidak ada satu pun sisa atau bangkai pesawat Il-10 Beast yang tersisa di Indonesia maupun di Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala.
Keperluan Mendesak
Pesawat Il-10B Beast didatangkan dari Polandia dalam rangka memperkuat jajaran pesawat serang darat TNI AU yang sangat dibutuhkan pada saat itu terutama untuk menghadapi konflik di dalam negeri maupun dengan pihak luar.
Belum Memiliki Squadron
Salah satu Pesawat Il-10B Beast yang sudah didatangkan dan bermarkas di pangkalan udara Halim Perdanakusumah, namun sayangnya belum sempat tergabung dalam squadron TNI AU karena terlanjur dikembalikan ke negara asal, penyebabnya seringnya masalah teknis pada mesin pesawat.
Cuaca Tidak Cocok
Pesawat ini sangat riskan bila dipaksakan diterbangkan dalam kondisi cuaca tropis yang sangat panas karena beresiko mesin pesawat mati mengalami over heat. Pesawat selumnya sudah sangat terbiasa dengan iklim dari negara asalnya yakni benua Eropa yang beriklim Sub Tropis/dingin.